tulisan

SELAMAT DATANG DI BLOG ASEP HIDAYAT SEMOGA BERMANFAAT
Tampilkan postingan dengan label Bahasa indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa indonesia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 April 2016

Jenis dan Contoh Kalimat Perintah


1. Kalimat perintah biasa
             Kaliamat perintah jenis ini adalah kalimat yang isinya secara langsung hanya menyuruh seseorang untuk melakukan sesuatu.
Contoh:
             1. Tutup pintu itu!
             2. Ambilkan aku air minum!
             3. Buatkan ayah sarapan pagi sebelum berangkat!
             4. Periksa semua jendela sebelum pergi meninggalkan rumah!
             5. Hidupkan lampumu agar ruangan ini menjadi terang!
             6. Bangunkan kakakmu segera!

2. Kalimat ajakan

Pengertian dan Contoh Kalimat Perintah Lengkap


Dalam ragam bahasa Indonesia, kalimat terbagi menjadi beberapa jenis diataranya adalah kalimat perintah, kalimat pertanyaan, kalimat informasi dan lain-lain. Pada artikel sebelumnya telah dibahas kalimat pertanyaan, maka kali ini marilah kita bahas kalimat perintah lebih jauh.

Kalimat perintah merupakan kalimat yang mengandung makna memerintah atau meminta seseorang untuk melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penutur atau penulisnya.

Ciri-Ciri Kalimat Perintah

1. Intonasi pada bagian akhir kalimat naik atau meninggi.
2. Diakhiri dengan tanda baca seru (!).
3. Kalimat perintah menggunakan pola inversi
4. Biasanya menggunakan partikel lah ataupun kan.

Cara memperhalus kalimat perintah

1. Menggunakan kata penghalus. Contoh : tolong, mohon.
2. Menggunakan partikel –lah pada predikatnya.
3. Mengubah kalimat perintah kedalam bentuk kalimat Tanya. Contoh: apajah kamu sudah   
    mengerjakan PR?
4. Menggunakan kalimat perintah menjadi kalimat berita.

Sabtu, 07 November 2015

Pengertian dan Contoh Kalimat Perintah Lengkap



Pengertian
Pengertian dan Contoh Kalimat Perintah Lengkap - Dalam ragam bahasa Indonesia, kalimat terbagi menjadi beberapa jenis diataranya adalah kalimat perintah, kalimat pertanyaan, kalimat informasi dan lain-lain. Pada artikel sebelumnya telah dibahas kalimat pertanyaan, maka kali ini marilah kita bahas kalimat perintah lebih jauh.

Kalimat perintah merupakan kalimat yang mengandung makna memerintah atau meminta seseorang untuk melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penutur atau penulisnya.

Ciri-Ciri Kalimat Perintah

1. Intonasi pada bagian akhir kalimat naik atau meninggi.
2. Diakhiri dengan tanda baca seru (!).
3. Kalimat perintah menggunakan pola inversi
4. Biasanya menggunakan partikel lah ataupun kan.

Cara memperhalus kalimat perintah

1. Menggunakan kata penghalus. Contoh : tolong, mohon.
2. Menggunakan partikel –lah pada predikatnya.
3. Mengubah kalimat perintah kedalam bentuk kalimat Tanya. Contoh: apajah kamu sudah   
    mengerjakan PR?
4. Menggunakan kalimat perintah menjadi kalimat berita.

Jenis dan Contoh Kalimat Perintah

1. Kalimat perintah biasa
             Kaliamat perintah jenis ini adalah kalimat yang isinya secara langsung hanya menyuruh seseorang untuk melakukan sesuatu.
Contoh:
             1. Tutup pintu itu!
             2. Ambilkan aku air minum!
             3. Buatkan ayah sarapan pagi sebelum berangkat!
             4. Periksa semua jendela sebelum pergi meninggalkan rumah!
             5. Hidupkan lampumu agar ruangan ini menjadi terang!
             6. Bangunkan kakakmu segera!

2. Kalimat ajakan
               Kalimat ajakan adalah kalimat perintah yang di tandai dengan kata ayo, mari, ayolah, dan marilah       
Contoh:
             1. Ayo belajar dengan giat!
             2. Marilah berbuat baik satu sama lain!
             3. Ayo kita bangun rasa kekeluargaan!
             4. Budayakanlah hidup bersih!
             5. Marilah bersama-sama menanam pohon!


3. Kalimat perintah larangan
                 Kalimat perintah ini bermakna meminta atau memerintah seseorang untuk tidak melakukan atau melarang orang lain berbuat sesuatu. Bisanya kalimat ini ditanda dengan kata - kata larangan seperti “jangan”, “dilarang” dan lain-lain.
Contoh:
             1. Jangan membuang sampah di sembarang tempat!
             2. Jangan bangun kesiangan!
             3. Jangan berjalan di atas rumput!
             4. Jangan berbicara selagi makan!
             5. Jauhkan diri Anda dari narkoba dan obat-obatan terlarang!
             6. Jauhkan benda-benda berbahaya dari jangkauan anak-anak kecil!

4. Kalimat perintah saran
                Kalimat perintah ini bermakna menyuruh atau meminta seseorang untuk melakukan sesuatu dengan cara memberikan saran. Kalimat perintah ini ditandai dengan kata-kata seperti seharusnya, sebaiknya, dan lain-lain.
Contoh:
             1. Sebaiknya kamu datang tepat waktu esok hari!
             2. Sebaiknya kamu jangan pernah menggangunya!
             3. Seharusnya kamu pergi dari ruanagn ini sekarang!
             4. Sebaiknya Anda belajar dengan giat agar naik kelas!
             5. Seharusnya kau hidupkan lampu ini!
5. Kalimat perintah sopan
                   Kalimat perintah ini seperti kalimat perintah biasa namun terdengar lebih sopan. Agar menjadi kalimat perintah yang sopan kalimat perintah perlu ditambah dengan menggunakan kata-kata permohonan seperti, “mohon”, “tolong”, dan lain-lain.
Contoh:
             1. Mohon jangan berisik di ruangan ini!
             2. Mohon pindahkan motor Anda dari tempat ini!
             3. Tolong pinjamkan aku uang seribu rupiah!
             4. Tolong hapus nomor handphoneku !
             5. Tolong jangan pr ganggu aku lagi !

6. Kalimat persilahan
                Kalimat persilaan adalah kalimat perintah yang di tandai kata silahkan dan dipersilahkan.
Contoh :
1.      Para hadirin dipersilahkan berdiri!
      2.   Para tamu undangan dipersilahkan menikmati hidangan yang telah disediakan

7. Kalimat permintaan/harapan
              Kalimat permintaan adalah kalimat yang di tandai dengan kata minta.
Contoh:
 1.  Saya minta Anda belajar dengan sungguh-sungguh.
 2. Saya harap Anda belajar dengan giat
 3. Saya harap Anda tidak putus asa.

8. Kalimat sindiran
                Kalimat sindiran adalah  kalimat perintah yang berisi sindiran supaya orang yang yang di sindir tersebut melakukan sesuatu.
Contoh:
1.      kelas kalian kotor!
2.      Ambillah kembali semua yang telah kau berikan padaku!
3.      Masukkan tanganmu ke mulut buaya itu kalau berani!

9. Kalimat permohonan
              Kalimat permohonan adalah kalimat yang di tandai dengan kata mohon.
Contoh:
1.      Saya mohon kamu datang ke pesta ulang tahunku!
2.      Saya mohon Bapak berkenan hadir.
Kami mohon Pak Camat berkenan memberi sambutan

Jumat, 06 November 2015

Definisi, Contoh Kalimat Deduktif, Induktif, dan Campuran Dalam Bahasa Indonesia



Definisi, Contoh Kalimat Deduktif, Induktif, dan Campuran Dalam Bahasa Indonesia
Definisi Serta Contoh Kalimat Deduktif, Induktif, dan Campuran Dalam Bahasa Indonesia - Paragraf adalah rangkaian beberapa kalimat yang saling terjalin dan mengandung sebuah gagasan atau topik utama yang sedang dibahas di dalamnya. Ada beberapa jenis Paragraf di dalam bahasa Indonesia yaitu Paragraf deduktif, Induktif, dan campuran.

1. Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif adalah suatu Paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal Paragraf. Paragraf ini diawali dengan pernyataan yang bersifat umum dan kemudian dilengkapi dengan penjelasan-penjelasan khusus yang berupa contoh-contoh, rincian khusus, bukti-bukti dan lain-lain. Karena Paragraf deduktif dikembangkan dari suatu pernyataan umum, maka pola kalimatnya adalah dari umum ke khusus.

Ciri-ciri kalimat deduktif:

a. Kalimat utama berada di awal paragraf.
b. Kalimat disusun dari pernyataan umum yang kemudian disusul dengan penjelasan-penjelasan.

Pola Paragraf deduktif:

Umum,
Khusus,
Khusus,
Khusus.

Contoh Paragraf deduktif:

Kemacetan sudah menjadi hal yang biasa di Kota Jakarta. Kemacetan tersebut diseabkan oleh beberapa faktor antara lain. Pertama, jumlah kendaraan yang ada di Jakarta tidak seimbang dengan luasnya jalan. Kedua, Kurangnya kedisiplinan bagi semua pengguna jalan raya. Ketiga, Kemunculan tempat-tempat yang menganggu lalu lintas seperti pasar, rel kereta api, pedagang kaki lima, halte yang tidak difungsikan, banjir, dan sebagainya. Yang terakhir, Ketidak tegasna aparat yang berwenang dalam menindak para pelanggar lalu lintas

2. Paragraf Induktif

Kalimat utama Paragraf induktf terletak pada bagian akhir Paragraf. Paragraf ini diawali dengan kalimat-kalimat penjelas yang berupa fakta, contoh-contoh, rincian khusus maupun  bukti-bukti yang kemudia disimpulkan atau digeneralisasikan ke dalam satu kalimat pada akhir Paragraf. Paragraf Induktif dikembangkan dari pola khusus ke umum.

Ciri-ciri kaliamat Induktif

a. Diawali dengan penjelasan-penjelasan khusus.
b. Kemudian, digeneralisasikan menjadi sebuah kesimpulan berdasarkan penjelasan-penjelasan khusus.
c. Kesimpulan yang merupakan kalimat utama terdapat di akhir Paragraf.

Pola Kalimat Induktif

Khusus,
Khusus,
Khusus,
Umum.

Advertisement

Contoh Paragraf Induktif:

Paragraf Induktif terdiri dari beberapa jenis yaitu

a. Generalisasi

Setelah ujian anak-anak di periksa, ternyata nilai mereka beragam. Sebnyak 20 siswa nilainya melebihi standar kelulusan. 10 siswa mendapat nilai tepat pada standar kelulusan, dan tidak ada seorangpun yang mendapat nilai dibawah standar. Bisa dikatakan kegiatan belajar di kelas ini cukup berhasil.

b. Analogi

Belajar di masa tua membutuhkan usaha yang ekstra karenakan daya tangkap yang dimiliki pada masa ini sudah sangat berkurang. Bahkan motivasi yang dimiliki juga sudah melemah karena terlalu banyaknya pikiran yang mengagngu. Itulah mengapa dikatakan belajar di waktu tua seperti melukis di atas air.  

c. Sebab-akibat

Saat ini kita sudah memasuki musim penghujan. Banyak sampah yang menumpuk akibat kita erring membuang sampah sembarangan. Terlebih lagi, mendangkalnya permukaan saat ini. Oleh karena itu, tidak mengherankan banjir selalu datang setiap hari.

d. Perbandingan

Andi suka menolong setiap orang. Dia selalu ramah kepada siapapun. Tidak seperti adiknya Anto yang suka menjahili orang. Anto terkanal karena kenakalannya daripada prestasinya. Itulah mengapa kedua saudara ini mendapat perlakuan beda dari teman-temanya.

3. Paragraf Campuran

Paragraf campuran adalah Paragraf yang diawali dengan mengemukakan kalimat utama kemudian di dukung oleh kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri oleh kesimpulan pada bagian akhir Paragraf. Dengan kata lain Paragraf ini memiliki 2 kalimat utama.

Ciri-ciri Paragraf campuran:

a. Memiliki kalimat utama pada awal Paragraf dan kemudian ditekankan kembali pada akhir paragrapah.
b. Adanya pengulangan atau variasi pada beberapa kata kunci atau keyword pada awal dan akhir paragraf.

Pola Paragraf campuran:

Umum,
Khusus,
Khusus,
Umum.

Contoh:

Manusia adalah makhluk sosial. Semua pekerjaan sehari-hari kita membutuhkan manusia lainnya. Misalnya saja kita ingin makan, tentu saja kita membutuhkan petani untuk mendapatkan nasi, nelayan untuk mendapatkan ikan dan peternak untuk mendapatkan daging. Semua aspek di kehidupan kita tidak luput dari bantuan orang lain. Bahkan untuk mati pun kita masih membutuhkan orang lain. Oleh karena itu, kita tidak bisa hidup sendiri tanpa orang lain.

Semua makhluk hidup memerlukan makanan dan minuman untuk melangsungkan hidupnya. Binatang bertahan hidup dengan cara berburu makanan yang tersedia di alam. Demikian pula dengan tumbuhan dan manusia yang memerlukan makanan dan minuman untuk tumbuh dan berkembang. Semua makhluk hidup akan mati jika tidak makan dan minum. Jadi, binatang, tumbuhan, dan manusia memerlukan makanan dan minuman untuk bertahan hidup.